Tak langsung yang merusak moral bangsa….


Dengan suara yang merdu, Yuli kemudian meminta para penonton untuk memesan (istilah kerennya: me-request) lagu dangdut kesukaannya untuk dinyanyikan. “Abang-abang mau request lagu apa?” teriak Yuli di atas panggung. Tiba-tiba, salah satu penonton kemudian berteriak agar biduan tersebut menyanyikan lagu talak tilu..

Spontan, sang biduan pun meminta penonton tersebut untuk naik ke atas panggung. “Kalo mau dinyanyikan, abang naik ke panggung ” ungkap biduan tersebut. Ketika ketukan gendang dari pemain music dimulai, biduan dangdut organ tunggal pun mulai menggoyangkan tubuhnya. Dengan pakaian minim nan seksi yang membaluti tubuhnya di atas panggung, si biduan bergoyang kemudian nulai bergoyang di atas panggung.

Si Raja Sawer itu pun kemudian naik ke atas panggung menemani sang penyanyi bergoyang. “Lagu ini untuk Bang Arul yang punya wilayah,” desah Yuli, sembari nyanyi.

Dinginnya malam tak menghalangi si Raja Sawer untuk bergoyang, Sambil melihat biduan tersebut menyanyikan lagu kesukaannya, Arul kemudian menyawer pecahan seribu rupiah kepada biduan dangdut tersebut. Tapi jumlahnya banyak. Puluhan lembar uang pecahan seribu rupiah yang digenggam ‘si raja sawer’ tersebut satu persatu diberikan.

Sambil bergoyang, biduan tersebut kemudian mengambil uang recehan tersebut. Ketika di tengah lagu, biduan tersebut mengajak raja sawer untuk bergoyang. Aksi Yuli semakin mengundang, dengan mengeluarkan goyang erotisnya, tak segan-segan menempelkan tubuhnya yang penuh keringat ke tubuh si raja sawer layaknya orang yang sedang berhubungan badan.

Tak pelak, suasana yang sudah memanas menjadi semakin panas . Para penonton dengan lincah ikut bergoyang sambil menunggu giliran naik ke atas panggung untuk menyawer.

Sungguh pemandangan yang ironis, ketika menyaksikan pertunjukan organ tunggal tersebut. Goyangan erotis dari si biduan dangdut tentulah “pendidikan” tak langsung yang merusak moral bangsa. Namun, dengan cuek, biduan tersebut berlenggak lenggok di atas panggung tanpa peduli jika moral anak bangsa bisa rusak ketika melihat goyangan erotisnya tersebut.

Sumber lain menyatakan, biduan organ tunggal sebagian besar bisa diajak “lanjut” ke kamar hotel tapi memang tidak gampang. Si Raja Sawer bukan hanya harus tajir tapi juga tidak kasar pendekatannya.

Trik paling sukses adalah tidak tembak langsung. Misalnya memberikan handphone baru, membiayai kontrakan rumah, dst. “Pokoknya musti royal. Hari gini apapun akan dilakukan demi uang ,”

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: