Menutup Goyang Erotis dan sensual, Di stasiun tv?

Dangdut kembali booming. Tiap hari, pemirsa disuguhi program dangdut yang mengandalkan penyanyi cantik bergoyang erotis dengan vokal seadanya di tiap saluran TV.
Inul Daratista menjadi lokomotif dangdut erotis. Ia naik daun karena pro-kontra publik soal goyang ngebornya. Media massa mendramatisir. Mereka membuat Inul menjadi korban dan raja dangdut pemberi nasehat adalah pemeran antagonisnya. Stasiun TV menangguk laba milyaran. Inul jadi dewi keberuntungan mereka !
Aksi Inul segera diekori penyanyi baru lain, bergelar ratu goyang patah-patah, puteri kayang, si dada getar, goyang ngecor dll, mereka bersaing merebut perhatian penonton dengan pola sama. Menciptakan berbagai variasi goyangan sebagai trade mark. Jangan tanya gimana suara mereka. Jangan tanya gimana goyangannya. Mengeksploitasi habis-habisan bagian tubuh mereka seperti (maaf) pinggul, pantat dan dada. Kadang menggelikan karena terkadang seorang penyanyi membawakan lagu sedih sambil jumpalitan ala pemain akrobat atau memutar hula hop. Diperparah lagi dengan kostum pas bodi dan kurang bahan. Sangat “mengundang”. Era dangdut erotispun berjaya.
Ketika publik memprotes, mereka berdalih goyangan adalah sebuah seni dan balas menuding, menyebut pemrotes sebagai orang munafik dan berpikiran ngeres. Inul, Nita Thalia, Uut dll berjaya karena dukungan penuh media massa. Dengan dalih memenuhi animo masyarakat, media terus-terusan mengekspos kemesuman tanpa menghiraukan protes publik untuk menghentikan pornoaksi tersebut. Tak peduli dampaknya pada moral masyarakat. Yang penting laris! Untung besar !
Apa yang harus kita lakuin ? menggalang massa untuk menyerbu kantor TV ? wah, tindakan anarkis begini hanya berbuah rusuh, bisa-bisa kamu dituntut, gawat dah. Menuntut TV membuat tayangan sehat sepenuhnya ? mustahil karena media massa adalah sebuah industri berorientasi laba dan acara hiburanlah paling banyak menangguk keuntungan. Tayangan sehat tidak akan menarik perhatian pengiklan.

So, yang bisa kita lakuin adalah kritis menggunakan hak kita sebagai konsumen. Ayo lebih selektif milih tontonan dan bacaan sehat. Jauhi yang bermuatan kekerasan, seks en paham materialisme. Kamu bisa mulai jadi juru kampanye kecil-kecilan pada teman dan keluarga untuk kritis terhadap media massa. Apalagi ? kamu bisa ikut demo ke stasiun TV untuk mengurangi tayangan pornonya, kamu bisa ngirim surat pembaca. Banyak yang bisa kita lakuin tapi paling mudah ya jangan tonton acaranya ! pindah channel ! Matikan TV ! beres kan

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: